Rabu, 27 November 2019

JAFF jogja 2019

Jogja Asia Film Festival



festival ini adakan setiap tahun sekali ini memutarkan film pendek dan film panjang dari daerah asia dan sekitar nya tidak hanya penayangan film panjang dan pendek di JAFF juga ada booth yang menjual merchandise dan pameran peralatan kamera untuk kebutuhan shoting.dan tempat pemutaran JAFF di bagi menjadi 2 ya itu di XXI Premiere empiere dan satu lagi di LPP yang terletak berdekatan.
 kesan yang adu dapet dari festival ini adalah sedikit senang karena bisa liburan ke jogja dan tidak senang nya karena engga seperti yang yak kira yang aku prediksi ada orang ribuan dan ngantri tiket untuk nonton dan banyak orang luar indonesia yang datang dan satu lagi banyak bangku kosong yang harus nya masih bisa di tempati oleh temen-teman  yang ingin nonton film, karena yang aku lihat kemarin pas nonton Love for sale 2 bangku yang di sediakan dari satu studio hanya setengah nya dan rombongan dan teman yang lain tidak kebagian tiket karena pembagian itu. 
itu pengalaman ku di JAFF 2019 terimakasih.





Minggu, 20 Oktober 2019

Review Sedeng sang

Sedeng Sang

Sutradara
M. Reza Fahriansyah


Sinopsis 
Film tentang dilema seorang ayah untuk membiayai sekolah anaknya. Apakah harus menjual ladangnya atau tidak.
Kebingungan sang ayah datang saat anak laki lakinya yg bersekolah di kota dan pulang kampung dimasa liburan, sang adiknya pun ingin mengikuti jejak kakaknya yg ingin bersekolah di kota.

Kritik 

Keputusan yg sangat hebat dari sang ayah yg menjual lahannya hanya untuk biaya sekolah anaknya. sebuah keputusan yg harus sangat di pikirkan sangat matang dan tidak sembarangan.

Kesimpulan

Film ini sangat lekat sekali dengan budaya orang luar pulau (luar pulau jawa). Mereka lebih memilih untuk keluar dari pulau kelahiran hanya untuk menuntut ilmu atau pun pekerjaan.

oleh oleh Arab

Souvenirs

Sutradara : Mohammad Reza Fahriyansyah 


Menceritakan tentang ibu dan anak yang akan pergi ke Mekan untuk melaksanakan umroh,
Sebelum berangkat ke mekah si ibu yati mengikuti kumpulan ibu-ibu masjid yang membicarakan tentang Souvenir yang akan di bawakn kembali ke indonesia yang nanti nya akan di berikan kepada Iibu-ibu masjid yang telah memberi uang untuk membantu bu yati untuk memberikan Souvenir ke pada ibu-ibu masjid. tetapi anak nya tidak stuju bahwa ibu yati dan anak nya pergi ke mekah hanya mementing kan Souvenir tidak fokus kepada ibadah nya di mekah. hal itu di tunjukan pada scene sang anak yang sedang melihat TV dan ibu nya berpesan bahwa siaran itu jangan sampai di ganti karena itu acara yang sangat di gemari oleh bu yati, setelah perbincangan itu selesai ibu yati melaksanakan Sholat ashar, setelah selesai Sholat Bu Yati kembali ke ruang Tv untuk melihat acara yang di sukai oleh Bu Yati tetapi, sang anak menganti siaran tv saat Bu Yati melaksanakan Sholat, Dan sang anak menegur sang ibu karena sang ibu hanya memikirkan Acara tv yang di sukai nya tapi tidak khusuk (fokus) ke pada ibadah sholat nya. Begitu pun juga pada saat niat nya ingin pergi ke Mekah hanya memikiran Souvenir yang akan di berikan untuk orang yang ada di kampung nya.

Rabu, 25 September 2019

Review Film "Bicycle Thieves" 1948

Review Film "Bicycle Thieves" 1948


Sinopsis

film ini menceritakan tentang keluarga Antonio Ricci yang ingin mencari pekerjaan untuk menghidupi keluarga nya dan di suatu pagi nama nya di sebut dalam rekrutmen perkerjaan, tetapi yang dibutuhkan oleh perushaan itu orang yang mempunyai sepeda karena pekerjaan nya harus bisa berpindaah tempat dengan cepat. karena Antonio Ricci diterima di perusahan jasa pemasangan pamflet. banyak yang ingin mengambil pekerjaan itu tetapi semua pekerjaan sudah dibagi rata, setelah dari rekrutmen pekerjaan tersebut mencari cara untuk membeli sepeda,lalu Antonio menghampiri Maria yang sedang menggambil air untuk kebutuhan di rumah untuk mencuci, setelah bertemu dengan Maria dan menceritakan bahwa dia dapat pekerjaan yang dia ingin kan tetapi dia tidak bisa mengambil pekerjaan itu karena Antonio tidak mempunyai sepeda.
di rumah Maria langsung mencari barang yang bisa dijual dan bisa diganti kan sebuah sepeda,setelah maria berpikir bahwa tempat untuk tidur tidak perlu kain pembungkus kasur akhir nya Maria mencuci  kain pembungkus kasur itu, dan akhir nya bisa dijual dan dibelikan sebuah sepeda. setelah Antonio mendapatkan sepeda ia lekas kembali kepada orang yang memberikan pekerjaan dan mengatakan bahwa dia sudah mempunyai sepeda untuk berkerja.
setelah Antonio mendapatkan pekerjaan itu sayang sekali sepeda Antonio dicuri dan saat pencuri kabur antonio mencoba untuk mengejar pencuri itu namun dia tidak bisa mengejarnya karena pencuri itu sudah pergi jauh, dengan penuh menyesal antonio mengambil peralatan kerjanya lalu pulang.
namun antonio masih penasaran dan ingin sekali sepedanya kembali. lalu dia pergi ke kantor polisi namun polisi menolak karena polisi tidak ingin mencari sesuatu yang sepele bagi pekerjaan polisi.
sangat kecewa Antonio meninggal kan dan pulang ke rumah. bersama anak nya ehh.. dari tadi belom di sebutin kalau Antonio dan Maria mempunyai anak 2 anak. yang satu bernama uno dan yang satu tidak di jelaskan pada film jadi Panggil saja mawar. keesokan harinya pedro dan antonio mencari ke kota dan hasilnya tidak bisa menemukan sepeda hanya bertemu tersangka yang diduga mengambil speda antonio. dan akhirnya antonio berpikiran untuk mengambil sepeda namun dia ragu untuk mengambil sepeda,namun saat dia berpikir-pikir dia mengambil sepeda yang ada di depan gedung, dan sayang sekali Antonio ketahuan mengambil sepeda dan dikejar oleh warga disekitarnya dan akhirnya tertangkap namun yang mempunyai sepeda tersebut tidak ingin memperpanjang masalah yang ada.
END



KRITIK

Banyak perpindahan Scene yang membuat bingung dan kurang menggambarkan tentang adegan yang ingin di sampai kan contoh: "scene yang mengambar kan dia kekurangan uang dan dilanda masalah dia pergi ke restoran dan mengajak anak nya minum wine".



Kesimpulan


film ini menggambarkan tentang itali pada setelah perang dunia ke 2, dan menjelaskan kemiskinan yang melanda di itali pada tahun 1948 dan menceritakan perbedaan kasta seperti seorang yang berjabat di negara dan orang biasa yang mencari uang yang sangat susah.





Riskia Nur Rahmat Iqbal
NIM:A16.2019.00175
FTV 1

Jumat, 20 September 2019

The Role of the Global Left Movement in the Fight for Indonesia's Independence.

 The Role of the Global 
Left Movement in the Fight for
 Indonesia's Independence.

sumber :https://images.app.goo.gl/RoAEQvqbc3VQurg1A


Pada penjelasan Prof.Ariel bahwa 
Indonesia saat ini merupakan hasil doktrinasi dua zaman. 
Orde lama menyumbangkan doktrinasi habis-habisan tentang nasionalisme sempit. 
Sukarno memelihara revolusi sepanjang beliau memimpin.
Suharto menutup perkembangan kiri. 
inti dari pembicaraan dari Prof. Ariel mengajak kita menuju globalisasi,
dan membuang jauh - jauh sikap skeptisme terhadap asing.

Review Sugiharti Halim

Review
Sugiharti Halim 


Latar tempat : Restoran
Latar waktu  :1965
Cerita : mencerita kan tentang seorang yang ber keturunan tionghoa,
yang ingin mengganti nama nya
dan mencerita kan tentang pungli yang ada di indonesia pada jaman itu,dan juga mencerita kan rasis dan pembullyan terhadap ras.
Fakta : sugiharti halim:yang ingin mengganti nama agar tidak di buli.pungli(korupsi),
di bagian dialok yang sugiharti halim mengatakan  "jika ingin lancar kasih uang ke pada saya".
pembullyan: terjadi di bagian akhir yang laki-laki yang berkencan dengan 
sugiharti halim yang di hina oleh teman nya karena teman nya memanggil dia dengan sebutan Cina Gila.